Jumat, 28 Desember 2012

"Sesungguhnya setelah kesulitan selalu ada kemudahan"

Post sebelumnya, benar-benar kelabu. Suram.
Tapi biarlah. Ini adalah bagian dari hidupku yang tak bisa dipisahkan. Biarlah~

Awal kata, kupanjatkan puji dan syukurku. Segala puji hanya bagi Engkau ya Allah.
Subhanallah ... aku yakin dan selalu yakin bahwa Engkau tak akan memberi cobaan kepada hamba-Mu kalau ia tidak kuat menghadapinya.

Posting kali ini, aku akan meluapkan rasa syukurku. Syukur atas nikmat-Mu.
Nikmat yang tiada putus. Nikmat yang selalu membanjiriku. Menyelimutiku dan menghiasiku.
Di saat jatuh dan limbung, Kau selalu rangkul aku. Kau tuntun aku.
Betapa aku merasa dikasihi oleh-Mu, Ya Robb.

Ketika kualami masa-masa itu, aku memang seolah lupa. Seperti tak menyadari. Bahwa kepergiannya ternyata tak akan berarti apa-apa jika tak ada keluarga dan sahabat di sisiku.
Aku seolah terhanyut dan terbawa suasana, sehingga akal sehat tak kupakai.
Aku merasa menjadi orang termalang di dunia. Teraniaya.

Posisiku yang sedang benar-benar mencintainya, membutakanku.
Menutup segala hal yang aku punya dan hanya memikirkan satu hal yang Engkau ambil.
Hanya satu. Satu yang Engkau pinta.

Ya Tuhan, terimakasih Engkau menakdirkanku mempunyai seorang abah dan umi seperti mereka.



Umi memberi spirit luarbiasa kepadaku. Yah walau umi belum bertemu dengan dia, tapi Umi meyakinkanku.
" He's not good man at all," "Teh, kalau dia benar-benar sayang Eteh, dia pasti akan berusaha mencegah perjodohan itu. Tapi nyatanya 'kan engga. Lepasin aja laki-laki gak tegas kayak gitu."

Yah. Cukup menusuk menurutku. Tapi itu seperti tamparan keras buatku. Buatku sadar bahwa segalanya merupakan ketentuan dari-Nya. Segalanya akan menjadi mungkin kalau Dia menghendaki. Takdir.
Membuatku dan menempaku di saatku terpuruk untuk jadi wanita tegar. Kuat serta tak cengeng. Umi selalu membuka pikiranku. Berdiskusi kepadaku mengenai definisi kebahagiaan. Umi selalu punya caranya untuk menasehatiku dengan sederhana. 

2 Minggu yang berat memang. Aku seolah terseok-seok dalam kubangan yang kuanggap penderitaan. Dan baru kusadar, Allah terlalu menyayangiku. Allah terlalu mengasihiku.Sehingga Dia berikan jalan seperti ini. Pisah darinya. Pria yang memang tak layak bagiku.

Di tengah-tengah kemurunganku pun, Allah juga memberikanku keluarga di Karawang yang memberikanku support  tiada henti. Terimakasih buat sodara-sodaraku tersayang. Terutama teh Lilis yang memang umurnya tak terpaut jauh dariku. Thanks sist, for always listen my speech about my silly day. Thank you for dont get bored shed my tear. You kinda smart girl. So proud and so happy have cousin like you. My big hug for you :* @liezyoo




Tak terhingga juga untuk sahabatku. I know, that was going my hard day. But with you i dont have a reason to cry. Feeling happy and many laugh. You always have a "sunny spirit". Shining overall. Terimakasih ya Ita. Untuk semua. :) Semoga kita bisa bersahabat untuk selamanya. Amin.Dan semoga keceriaan itu tak pernah lekang dari hidupmu.
Terimakasih juga sudah mengenalkanku di dunia "perkuteran". Thats my new world to me now. :)) @key_error



And guess what? Allah pun tak berhenti memberi kasih sayangnya sampai di situ. Keempat sahabatku dari kampus. Yang 6 jam sehari dalam 5 hari kubersama mereka. Spirit yang luarbiasa. Wejangan tiada henti. Senyuman tak pernah lepas. Terimakasih Daung, Yeni dan Fitri. Aku sayang kalian. Semoga Allah tak henti memberi Rahmat-Nya untuk orang-orang yang baik seperti kalian. Love you :)

Kesukaanku dengan bermain bersama anak kecil juga sangat membantuku mengembalikan senyumku. Terimkasih Ya Allah, Engkau dekatkan aku dengan keluarga kecil yang amat sangat baik kepada hamba. Anak mereka yang lucu itu selalu  sukses membuatku mengesampingkan egoku untuk bersedih-sedih ria dan bahagia bersamanya. Terimakasih tak terhingga Tante dan Om. Tante selalu menguatkanku.

Kata mujarab dari Tante yang kuingat sekali, "Teh, kita pasti akan berpisah dengan orang yang kita cintai. Entah karena tak jodoh. Atau kematian. Dan kita harus siap menghadapi itu"
Terimakasih Ya Robb. Semoga Allah pun senantiasa memberi kebahagiaan kepada keluarga Tante :") Love you Tante.



Dari kisahku ini, aku menyadari. Ternyata salah satu sahabatku mengalaminya juga. Serupa memang, tapi tetap tak sama. Namun, aku dan Teh Ayi memiliki nasib yang intinya sama. Ditinggalkan oleh orang terkasih. Namun, dengan keceriannya. Ia menghiburku. Meski kutahu, ia pun sakit. Penuh pilu.
Teh Ayi, kita sama-sama harus bisa bangkit dari ini. "Gue sayang sama loe udah kayak sodara sendiri" 
Kita harus semangat ya teh! inget janji Allah tiada dusta! 

Terimakasih untuk kalian orang-orang hebat kepunyaan Allah. Terimakasih untuk selalu memberi semangat satu sama lain. Allah memang tak pernah ingkar janji. Ia tepati. 
Allah memberiku cobaan itu karena memang Allah sayang kepadaku dan yakin kubisa melewati ini semua. 

Selamat tinggal masa lalu. Selamat datang masa depan cerah. 

With all of my heart, 
Hamba-Mu yang Dhoif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar