Rabu, 02 Mei 2012

Karakteristik Perkembangan Sosial Peserta Didik

Karateristik Perkembangan Sosial Peserta Didik

Pengertian Perkembangan Sosial
•Soemiarti Patmonodewo (2003), mengatakan yang dimaksud dengan perkembangan sosial adalah perkembangan tingkah laku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan yang berlaku di dalam masyarakat dimana anak berada.
•Muhibbin (1999), mengatakan bahwa perkembangan sosioal adalah merupakan proses pembentukan sosial self (pribadi dalam masyarakat), yakni pribadi dalam keluarga, budaya, bangsa dst.
•Hurlock(1978), mengutarakan bahwa perkembangan sosial merupakan perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial.
Tingkah laku sosialisasi adalah kemampuan berperilaku sesuai dengan norma dan nilai atau harapan sosial
Tingkah laku sosialisasi adalah  sesuatu yg dipelajari, bukan sekadar hasil dari kematangan. Artinya perkembangan sosial seorang anak diperoleh selain dari proses kematangan, juga melalui kesempatan belajar  dari respon lingkungan terhadap anak.
Diharapkan melalui kegiatan dikelas peserta didik dapat dikembangkan minat dan sikap terhadap orang lain, dan keterampilan sosial 
Tuntutan sosial pada prilaku sosial anak sangat tergantung pada harapan dan tuntutan budaya dalam masyarakat  tempat anak mengalami tumbuh kembang serta tugas perkembangannya

  Belajar Hidup Bermasyarakat  Sekurang-kurangnya  Memerlukan tiga proses (Hurlock):
1.Belajar berprilaku yg dapat diterima secara sosial. Agar peserta didik dapat diterima dalam kelompoknya, maka pesrta didik sebagai anggota kelompok harus menyesuaikan perilakunya dengan standar kelompok tsb
2.Memainkan peran sosial yg dapat diterima
3.Perkembangan sikap sosial: Peserta didik harus menyukai orang atau terlibat dalam aktivitas sosial tertentu.

(Peserta didik dapat melakukan sosialisasi dengan baik apabila sikap dan tingkah lakunya mencerminkan ketiga proses tsb)

Tahap tahap Perkembangan Sosial

Kemampuan sosial berproses dalam lingkungan sejak bayi sampai akhir hayat, sebagai berikut:

1.Masa bayi: Hubungan sosial dimulai dengan tangisan pertama, setelah lahir. Pada saat ini kemampuan sosial bayi masih potensial, belum mampu mengkomunikasikan kebutuhannya dan respon bayi direka-reka oleh ibunya. Dia memahami objek sekitarnya melalui sensori dan aktivitas motor atau gerakannya. Setelah dia mampu berjalan dia dapat memanipulasi benda-benda , mulailah dia memanipulasi objek-objek diluar dirinya. Pada tahapan tsb dia meniru tingkah laku orag lain. Dan dia dapat meniru tingkah laku orang /binatang sementara model itu sudah tidak tampak lagi

2.Masa Anak Anak  awal dan Anak Pra sekolah

-Pada awal perkembangan anak, mereka lebih menjalin hubungan timbal balik dengan orang-orang yg mengasuhnya,  Kepribadian orang terdekat akan mempengaruhi perkembangan baik sosial maupun emosional

-Perkembangan sosial pada awalnya bersikap memusat pada diri (egosentris), dan sikap raja lingkungan (3-5 th)

-Kemudian sikap egosentris berkurang, mucul perilaku altruistik, Anak menarik perhatian sekitar.diikuti upaya mencari persahabatan. Sikap malu-malu dan rasa takut berubah jadi berani berhubungan dengan teman dan orang yg lebih besar.


Ciri-ciri sosial anak pra sekolah

1.Umumnya mereka memiliki satu atau dua teman
2.Kelompok bermainnya cendrung kecil
3.Anak yg lebih muda sering kali bermain bersebelahan dengan anak yg lebih besar
4.Bermain soliter(bermain sendiri dengan menggunakan alat)
5.Tingkah laku onlooker,menghabisi waktu dengan mengamati
6.Bermain paraler
7.Bermain asosiatif
8.Bermain kooperatif

3. masa kanak-kanak akhir

Karateristik aspek sosial: Selama tahun-tahun sekolah dasar, aspek sosial dan pemahaman dirinya  juga meningkat. Mereka sering menjadikan kelompok kelompok sosial sebagai acuan dalam deskripsi diri mereka. Pemahaman diri anak SD juga mengacu pada perbandingan sosial, pada saat ini anak cendrung membedakan diri mereka dengan orang lain secara komperatif
•Interaksi teman sebaya pada priode akhir ini terjadi dalam grup atau kelompok. Pada ssat ini anak tidak lagi bermain sendirian di rumah. Karena anak ingin diterima sebagai anggota kelompok
•Pada masa pertengahan akhir anak mulai mengembangan suatu penilaian terhadap orang lain
Disamping keluarga dan teman sebaya, sekolah juga mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi perkembangan,sosial anak,  melalui tugas dan mematuhi sejumlah aturan yg menegaskan dan membatasi perilaku, perasaan dan sikap peka. (Stantrock 1995)
Interaksi dengan teman dan guru di sekolah memberikan suatu peluang yang besar bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan keterampilan sosial

4. Masa Remaja

Masa ini ditandai dg perubahan-perubahan kognisi sosial . Kognisi sosial ialah kemampuan berfikir secara kritis tentang isu-isu dalam hubungan sosial, yang berguna untuk memahami orang lain dan menentukan bagaimana melakukan interaksi dengan mereka.
Salah satu bagian penting dari perkembangan aspek kognisi sosial  masa remaja ialah  egosentris, yakni kecendrungan menerima dunia dan drinya sendiri dari perspektif mereka sendiri dan perilaku manarik perhatian, umum terjadi pada masa ini.
Menurut David Elkind(1976), egosentris remaja dikelompokan jadi dua bentuk pemikiran sosial yaitu: penonton khayalan (imaginary audience) dan dongeng pribadi (the personal fablle)dlm arti orang lain memperhatikan dirinya sebagaimana mereka memperhatikan dirinya sendiri

Faktor –faktor yg Mempengaruhi Perkembangan Sosial Peserta Didik
1.Kesempatan dan waktu untuk bersosialisasi
2.Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yg dapat dimengerti orang lain
3.Motivasi peserta didik untuk mau belajar bersosialisasi
4.Metode belajar efektif dan bimbingan bersosialisasi

Upaya Optimalisasi Perkembangan Sosial 
1.Meningkatkan pengalaman sosial awal yang sehat secara psikososial melalui peranan keluarga, kelompok dan permainan  Karena pengalaman awal cukup menetap. Sikap sosial yg terbentuk pada masa ini sulit diubah dibandingkan prilaku sosialnya.
2.Perkembangan sosial pada masa kanak-kanak akhir tampak pada pola prilaku kerjasama, persaingan, kemurahan hati, simpati, empati ramah dll. Kompetensi sosial yang perlu dilatihkan pada saat ini: 1. empati, 2 berbagi, 3 berperilaku prososial, 4 perhatian terhadap orang lain,5  mengajarkan nilai-nilai kerjasama, 56persahabatan, 7 hidup dalam kelompok sosial
3.Perkembangan sosial pada masa remaja awal terganggu karena adanya perubahan fisik seksual yg pesat, sehingga anak cendrung menarik diri, terjadi kemunduran minat untnk bermain, cendrung anti sosial. Untuk itu orang tua ,guru dan orang dewasa perlu memahami perilaku tersebut agar anak tidak menjadi pemberontak atau penentang bahkan antisosial. 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar